Kecanduan Handphone di Jaman Sekarang


Kebutuhan manusia untuk dapat terhubung dimanapun dan kapanpun mendorong perkembangan teknologi sehingga seperti sekarang, sehingga muncullah komunikasi mobile. Maka dari itu, komunikasi mobile yang berkembang pesat dan paling banyak diminati dari teknologi komunikasi (Junus, Aisah, Rasyid, Zakaria, 2018: 2). Adapun teknologi dan industri komunikasi mobile menghasilkan teknologi berupa seluler. Seluler sudah berkembang seiring dengan perkembangan 1G hingga 4G sampai sekarang. Pada teknologi 4G, akan berbasis IP yang mampu mengintegrasikan seluruh sistem dan jaringan yang ada. Kecepatan akses yang dapat diberikan pada teknologi 4G berkisar antara 100 Mbps sampai 1Gbps, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan dengan QoS (Quality of Service) yang terjamin dengan baik, sistem keamanan yang terjamin, dan penyampaian informasi yang real time, di mana pun dan kapan pun. Teknologi 4G sendiri dapat memenuhi kebutuhan aplikasi nirkabel seperti MMS, video chatting, mobile TV, High Definition TV (HDTV), serta Digital Video Broadcasting (DVB), serta pelayanan standar, seperti suara yang lebih jernih dan jelas pada saat bersamaan (real time system) (Wardhana, Makodian, 2010: 73),
Perkembangan itu membuat kita mengenal teknolgi berupa seluler dengan tipe smartphone yang kita gunakan pada jaman sekarang. Kegunaan seluler yang pada awalnya hanya sekedar menelepon, berkembang hingga memiliki kegunaan yang multifungsi dalam sebuah smartphone. Sebuah smartphone tentu didukung fasilitas di dalamnya, mulai dari telepon, SMS, e-mail, instant messaging atau chat, hingga beberapa aplikasi yang dapat kita instal untuk komunikasi mobile yang akan menunjang aktivitas dan pekerjaan manusia (Works, 2011: 36). Hal yang memudahkan kegiatan manusia seperti ini membuat smartphone dapat dijadikan seolah – olah asisten pribadi dari manusia, kebutuhan manusia akan komunikasi, informasi, dan kebutuhan hidup lainnya seperti ekonomi, politik, dan lain – lain yang dapat membuat handphone selalu dijadikan benda utama yang digunakan setiap saat dan dimana pun. Tentu hal ini tidak hanya memberikan dampak positif, melainkan juga berdampak negatif bagi masa depan kehidupan manusia. dampak yang diberikan ini semakin mungkin untuk didapat mengingat manusia jaman sekarang yang hampir semuanya memilik telepon genggam berupa smartphone dan selalu digunakan oleh manusia dimana pun dan kapan pun mereka berada, khususnya di Indonesia dimana smartphone diberikan dengan kualitas tinggi juga sekaligus harga yang murah. Tidak jarang, banyak masyarakat dengan taraf hidup mengengah ke bawah dapat mampu membeli smartphone mengingat harganya yang murah. Dimulai dari perekonomian melalui situs online, awalnya banyak pengaruh positif karena perkembangan komunikasi mobile dalam bentuk keuntungan dan kemudahan dalam bertransaksi, namun banyak yang menyalahgunakan penggunaannya untuk menjual obat – obatan dan senjata terlarang, kemudian dalam kasus seorang ibu yang sekarang lebih berfokus pada gawai atau smartphone yang dimilikinya dibandingkan pertumbuhan seorang anaknya, dalam kasus anak, khususnya yang sudah bersekolah dan diperbolehkan membawa smartphone justru memberikan pengaruh buruk berupa penggunaan smartphone untuk bermain game bersama teman dibandingkan digunakan untuk mencari pengetahuan melalui smartphone yang dibawanya, hoaks politik karena banyaknya pengguna smartphone yang bisa menyebarkan informasi kapan pun dan dimana pun, situs online dating yang berujung negatif. Seperti obat-obatan terlarang, minuman beralkohol atau rokok, manusia juga bisa kecanduan dalam penggunaan smartphone. Hal berupa masyarakat yang telah kecanduan dalam penggunaan smartphone telah dilakukan penelitian dari The New York Sun, November 2017 dengan hasil penelitian berupa masyarakat Amerika Serikat sudah ekecanduan dunia cyber, ini ditandai dengan rata – rata orang yang mengecek smartphone setiap dua belas menit sekali atau delapan puluh kali dalam satu hari. Studi lain yang melibatkan dua ribu responden dari berbagai negara menemukan, satu di antara sepuluh orang bahkan melakukan pengecekan smartphone setiap empat menit sekali (Kasali, 2018: 50-51). Apalagi masyarakat Indonesia yang sama halnya serupa dalam kecanduan smartphone dan bahkan gelisah kita handphone yang mereka miliki hilang. Tentu hal ini menandakan bahwa dampak negatif yang ada dari penggunaan smartphone belum mempengaruhi tingkat penggunaan handphone atau smartphone dalam kehidupan sehari – hari mereka. Karena saat ini penggunaan smartphone bukanlah hal yang aneh dalam keseharian masyarakat dilihat dari penggunaan smartphone yang banyak dan persoalan jaringan komunikasi pada era sekarang tidak lagi menjadi hambatan karena sudah hampir merata ke pelosok (Suryanto, 2015: 614), maka smartphone dapat digunakan untuk berbagai hal sesuai dengan kebutuhan manusia, namun sering kali digunakan untuk hal – hal di luar kebutuhan mereka. Hal ini dijadikan kepedulian bagi kita semua, khususnya para orang tua untuk selalu membatasi penggunaan smartphone kepada anaknya sejak usia dini dan mulai melakukan pergerakan dari berbagai pihak (pemerintahan, masyarakat, lembaga sosial) untuk tidak menyalahgunakan penggunaannya dan dapat menghasilkan dampak positif sesuai kebutuhan masing – masing individu dalam kehidupan sehari – harinya.

Daftar Pustaka
Suryanto. (2015). Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung. CV Pustaka Setia
Kasali, Rhenald. (2018). The Great Shifting. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Works, It. (2011). Seri Creative Project: Membedah Kehebatan Android. Jakarta: Grasindo
Wardhana, Lingga dan Nuraksa Makodian. (2010). Teknologi Wireless Communication Dan Wireless Broadband.  Yogyakarta: CV Andi Offset
Junus, Mochammad, Aisah, Abdul Rasyid, dan Nanak Zakaria. (2018). Sistem Komunikasi Seluler. Malang. Polinema Press

Comments