Radio Mengalahkan TV dan Surat Kabar

Radio merupakan media yang lebih banyak dipengaruhi dimensi verbal, teknologikal, dan fisikal. Verbal, dimana radio berhubungan dengan kemampuan menyusun kata, kalimat, dan paragraf secara efektif dan komunikatif. Teknologikal, dimana radio berkaitan dengan teknologi yang memungkinkan daya pancar radio dapat ditangkap jelas dan jernih oleh pesawat radio penerima. Fisikal, dimana radio erat kaitannya dengan tingkat kesehatan fisik dan kemampuan pendengaran khalayak dalam menyerap dan menerima hingga memproses setiap pesan kata atau kalimat yang disampaikan oleh penyiar radio (Haris Sumadiria, 2017: 5). Hal ini membuat radio merupakan salah satu media yang unik hingga saat ini dibandingkan media lainnya, radio sendiri semakin memiliki kelebihan seiring berkembangnya radio, yaitu radio membuat gambar, dimana radio dapat membuat para pendengarnya melakukan imajinasi dari apa yang dikatakan si penyiar radio tersebut. Selain itu, radio juga merupakan media dimana satu penyiar dapat berbicara kepada jutaan pendengar sekaligus, meskipun media lain juga dapat melakukan hal seperti ini dengan berinteraksi ke banyak orang. Namun, melalui media radio, dengan si penyiar berinteraksi ke banyak pendengar sekaligus, penyiar dapat langsung memberikan sensasi dimana penyiar dan pendengar seolah – olah berbicara langsung hanya antara penyiar dan salah satu pendengar saja. Jadi, media radio memberikan kesan hubungan yang “intim” atau “akrab” saat menggunakan media tersebut. Tidak hanya itu, radio juga tidak memiliki batasan dimana tidak hanya sebatas penyiaran dalam negri namun pendengar dari luar negri juga dapat mengakses siaran radio yang berjarak jauh. Radio juga memiliki keunggulan dalam segi kecepatan (Robert McLeish, 2013: 5), Disaat media lain melalui proses redaksi atau distribusinya yang melalui proses panjang, radio  dapat dengan langsung disiarkan ke khalayak luas tanpa melalui proses yang lama. Selain itu, radio juga tidak memakan tempat dan dapat langsung didengarkan, jika berita membutuhkan berbagai kolom untuk menyampaikan berita, radio dengan praktis dapat langsung menyampaikan berita yang sedang terjadi. Maka dari itu, banyak kelebihan yang membuat radio lebih unggul dibandingkan TV maupun Surat Kabar (Paul Chantler dan Peter Stewart, 2003: 9). Bahkan TV menggunakan sistem bekerjanya radio dimana penonton melakukan komunikasi melalui panggilan dan disambungkan kepada media. Dilihat dari berbagai kelebihan seiring berkembangnya radio, hal ini membuktikan bahwa radio semakin berkembang disaat media lain mulai redup satu per satu. Karena banyaknya inovasi yang membuat radio semakin digemari oleh banyak kalangan. Radio juga menjadi media unggulan. Jika pada jaman dahulu radio hanya dapat diakses oleh kalangan dengan status sosial yang tinggi, sekarang radio dapat diakses oleh semua kalangan dengan berbagai kegemaran. Salah satu hal yang membuat radio lebih unggul dibandingkan media lain seperti TV dan Surat Kabar juga dikarenakan radio dapat menjangkau individu atau kelompok masyarakat yang hidup terpencil dan terpencar-pencar seperti di Indonesia, radio dapat mengatasi berbagai kendala geografis, radio juga dengan mudah dapat dimengerti, tidak memerlukan kemampuan khalayak untuk dapat membaca sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang tidak bisa membaca. Hal ini menjadikan radio menjadi media yang dikenal banyak kalangan, termasuk orang lanjut usia. Sejak masa mudanya hingga masa tua, banyak masyarakat yang memiliki kenangan terdalam terhadap radio karena radio sejak dahulu hingga sekarang terus bertahan tanpa ada perubahan yang banyak dan bahkan semakin berkembang sehingga radio semakin dikenal oleh kalangan termuda sekalipun. Selain radio merupakan media yang bisa diakses banyak kalangan, seiring berkembangnya radio yang juga dapat diakses melalui internet dan dapat diunduh dalam bentuk rekaman, radio juga dapat diakses diberbagai tempat, baik saat berkendara, saat sedang travelling baik di puncak gunung bahkan pedesaan sekalipun, hingga saat melakukan pekerjaan seperti bertani, berkantor, mengerjakan tugas. Radio dapat menjelajah ke tempat dimana TV dan Surat Kabar sekalipun tidak dapat mengakses tempat tersebut. Hal ini tentu memberikan keuntungan kepada pihak pebisnis. Berkembangnya media audio seperti radio membuka peluang baru dalam bisnis, salah satunya di radio online yang baru muncul yaitu podcast. Banyak perusahaan yang merasa bahwa bisnisnya mengalami perubahan besar diakibatkan berkembangnya berbagai media, salah satunya radio (Suryanto, 2015: 613). Hal ini juga dikarenakan media radio juga menjadi media yang berkonteks globalisasi. Globalisasi sebagai hasil perkembangan teknologi transportasi komunikasi dan informasi memungkinkan interaksi antara pendengar dan penyiar radio lebih cepat dari masa – masa sebelumnya, dan juga dikarenakan pengguna radio yang semakin banyak seiring berkembangnya radio sejak jaman dahulu. Khususnya radio di era sekarang, menjadikan sebuah fenomena revolusioner pascaindustri yang dimana internet mampu membangun sebuah konektivitas yang masif, yang sebelumnya hampir tidak pernah dapat dibayangkan (Suryanto, 2015: 612).

Daftar Pustaka
Suryanto. (2015). Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung: CV PUSTAKA SETIA 
Sumadiria, Haris. (2017). JURNALISTIK INDONESIA: Menulis Berita dan Feature. Bandung: Simbiosa Rekatama Media
McLeish, Robert. (2013). Radio Production. Burlington: Focal Press
Chantler, Paul and Peter Stewart. (2003). Basic Radio Journalism. Burlington: Focal Press

Comments