Keuntungan serta Kerugian Majalah dan Buku di Era Digital

Dalam era yang serba digital sekarang ini, banyak media cetak yang beralih ke digital karena tuntutan perkembangan jaman dimana semua pembaca beralih ke digital untuk mengakses segala informasi yang dibutuhkannya, khususnya majalah dan buku. Meskipun majalah dan buku hanya berubah menjadi digital dan tidak merubah isi dari majalah dan buku itu sendiri, namun banyak perubahan yang timbul saat majalah dan buku berubah ke digital. Dimulai dari majalah yang sekarang banyak beralih ke digital dan memghasilkan banyak keuntungan dibandingkan majalah dalam bentuk cetak. Seperti, mudah untuk diakses, biaya gratis, dan lebih up to date. Hingga akhirnya, banyak perusahaan majalah cetak yang gulung tikar dikarenakan tidak mampu bersaing dengan majalah online yang jauh lebih mempunyai banyak keuntungan dibandingkan majalah cetak. Adapun perubahan yang menonjol dari segi produksi sebuah majalah. Dengan adanya komputerisasi yang menyederhankan pencetakan, seperti foto yang dapat diedit melalui komputer dan bisa ditempatkan pada halaman secara elektronik melalui komputer. Selain itu dari sisi pembaca, pembaca dengan menggunakan produk perangkat lunak seperti Page Maker memungkinkan pengguna untuk meletakkan halaman majalah yang ingin disalin untuk keperluan pribadi di halaman komputer pribadinya. Maka dari itu, teknologi fotokopi sudah kurang diperlukan dalam hubungannya dengan hal ini. Karena kemudahan yang ada di era digital sekarang ini bagi pembaca, memungkinkan pembaca untuk bisa memproduksi majalah sendiri yang kemudian lahirlah sistem percetakan print on demand dimana semua orang yang memproduksi majalah maupun buku dapat menerbitkan karyanya, meskipun hanya 1 buku (Joseph Straybhaar, Robert LaRose, Lucinda Davenport, 2010:72). Kemudian, sama halnya dengan buku yang juga beralih ke digital, sehingga lahirlah berbagai variasi buku yang tidak hanya sekedar tulisan dan gambar. Namun, sudah berbasis audio yang dinamakan audio-books. Hal ini tentu menjadi faktor penarik pembaca untuk beralih menggunakan buku berbasis online dan juga membuat buku online menjadi bahan pembelajaran berbasis multimedia, karena meliputi: Modality (hadirkan dalam bentuk suara), Contiguity (hadirkan kata dan gambar relevan dalam waktu sama), Multimedia (dalam penjelasan berbasis komputer, kata dan gambar, atau sekaligus) (Budi Harsanto, 2014: 12). Selain tidak memakan biaya yang besar, juga buku online mudah untuk dicari dengan mengetik buku yang diinginkan di situs perpustakaan online, seperti perpustakaan nasional republik indonesia, google book, dan m:asih banyak situs lainnya yang bisa diakses oleh pembaca. Maka dari itu, pembaca yang hendak mencari buku tidak perlu pergi jauh ke perpustakaan. Namun, ada beberapa kendala dengan menggunakan situs buku online seperti di atas, yang pertama tidak semua buku ada di situs buku online, kemudian meskipun buku yang kita cari terdapat di situs buku online, akan tetapi tidak semua halaman di dalam bukunya akan ditampilkan. Maka dari itu, terdapat virtual book store seperti Amazon dimana pembeli dapat mengakses buku dengan mesin pencarian dan kemudian membeli buku secara online tanpa harus pembeli berkunjung ke berbagai toko untuk mencari buku yang ingin dibeli. (Joseph Straybhaar, Robert LaRose, Lucinda Davenport, 2010: 72). Namun, dibalik berbagai keuntungan yang terdapat pada majalah dan buku di era digital, ada hal penting yang menjadi sorotan di jaman sekarang dan menimbulkan kerugian pada pihak yang memproduksi majalah maupun buku tersebut, yaitu adanya plagiasi yang biasa dilakukan oleh kalangan akademisi Indonesia. Misalkan dalam bidang akademik seperti mahasiswa yang menjiplak maupun meniru isi dari buku atau majalah digital, yang dimana biasa digunakan untuk membuat karya tulis maupun karya ilmiah untuk keperluan pribadi. Hal ini tentu menjadi polemik (Budi Agus Riswadi, 2017: 5). Satu sisi, perkembangan teknologi memberikan bantuan untuk pengguna buku dan majalah digital agar mudah dalam mengakses materi – materi maupun informasi yang ingin dicari atau digunakan untuk kepentingan penulisan atau penelitian, tetapi di sisi lain kemudahan tersebut sering disalahgunakan dengan berbagai pelanggaran – pelanggaran hukum dan etika seperti yang dibahas kali ini, yaitu mengambil tulisan orang lain atau gagasan orang lain yang kemudian diklaim miliknya sendiri. Kesimpulannya, dengan beralihnya majalah dan buku ke digital yang dimana berbasis internet. Layanan internet yang semakin berkecepatan tinggi memberikan berbagai kemudahan seperti mudah dalam akses informasi, pengunduhan buku, pembelian buku (John Vernon Pavlik, 2008: 11) dan juga terdapat kerugian terhadap pihak – pihak tertentu yang terlibat dalam transformasi di era digital saat ini, seperti permasalahan hak cipta akibat plagiasi yang dilakukan oleh pengguna akibat kemudahan yang telah diberikan tersebut. Maka dari itu, kita sebagai pengguna internet khususnya dalam mengakses media digital seperti majalah dan buku. Perlu ditanamkan rasa bijak dalam diri kita masing – masing agar semua pihak bisa mendapatkan keuntungan dari era digital saat ini.

Daftar Pustaka
-     -  Straubhaar, Joseph, Robert LaRose, and Lucinda Davenport. (2010). Media Now: Understanding Media, Culture, and Technology. 6. Boston: Wadsworth
-        -   Pavlik, John Vernon. (2008). Media in the Digital Age. New York: Colombia University Press
-        -   Riswadi, Budi Agus. (2017). Pembatasan dan Pengecualian Hak Cipta di Era Digital: PT Citra Aditya Bakti (t.tp.)
-        -   Harsanto, Budi. (2014). Inovasi Pembelajaran di Era Digital. Bandung: Unpad Press

Comments